Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan Ternyata Sangat Banyak

Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan Ternyata Sangat Banyak

Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan Ternyata Sangat Banyak

Penyebab gangguan sistem pencernaan sangat banyak. Perlu diketahui, penyebabnya sendiri tidak selalu berhubungan dengan hal besar. Ada juga beberapa hal kecil yang bisa saja sebelumnya tidak disadari.

Beberapa orang memang menganggap remeh masalah saluran pencernaan. Perlu diketahui, pandangan tersebut merupakan kesalahan yang tidak boleh dibiarkan. Itu karena masalah pencernaan bisa memiliki efek yang sangat besar.

Jika terus dibiarkan, seseorang bahkan mungkin saja mengalami kematian. Kondisi ini memang sangat jarang. Namun terdapat beberapa kondisi di mana gangguan pencernaan memiliki efek yang seburuk itu.

Setiap orang pasti tidak ingin mengalami efek buruk tersebut. oleh sebab itu, kemampuan untuk mencegahnya begitu diperlukan. Cara mudah untuk mencegah munculnya masalah ini adalah dengan mengetahui penyebab gangguan sistem pencernaan.

Dengan diketahuinya penyebab gangguan tersebut, beberapa upaya untuk menghindarinya bisa dilakukan. Ini membuat seseorang bisa menjaga kesehatan sistem pencernaannya sehingga berada pada kondisi prima.

Berbagai Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan

Penyebab dari gangguan sistem pencernaan sendiri ada banyak. Tentu Anda perlu mengetahui setiap penyebab tersebut dengan baik. jangan sampai ada satupun penyebab yang terlewat.

Ketika ada yang terlewat, bisa saja tubuh hal tersebut menjadi bumerang. Oleh sebab itu, berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab sistem pencernaan terganggu.

  1. Peradangan Lambung

Penyebab gangguan sistem pencernaan pertama berhubungan dengan peradangan lambung. Dalam bahasa ilmiah, peradangan lambung sering disebut gastritis. Intinya ini adalah peradangan yang terjadi pada selaput lambung.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peradangan lambung terjadi. salah satu yang paling sering adalah infeksi bakteri. Bakteri yang dimaksud sendiri adalah helicobacter pylori.

Selain karena bakteri, konsumsi obat juga bisa menyebabkan masalah ini. Obat yang dimaksud adalah pereda rasa sakit. Selain itu, obat antiinflamasi juga bisa menyebabkan masalah ini.

Jangan lupa juga dengan konsumsi alkohol. Ketika dilakukan secara berlebihan, alkohol bisa menjadi penyebab gangguan sistem pencernaan. Sangat tepat jika alkohol ini dihindari.

Gastritis sendiri memiliki beberapa gejala yang sangat umum. Salah satu gejalanya adalah sakit perut. Biasanya kondisi ini sering dibarengi dengan perut yang terasa panas sambil memunculkan nyeri hebat. Bahkan terdapat beberapa orang yang mengalami mual dan muntah.

Nantinya efek terhadap selera makan juga akan terasa. Biasanya seseorang akan kehilangan selera makan. Selain itu, sering juga terjadi kondisi di mana perut kembung dan tubuh yang sering bersendawa.

  1. Tukak Lambung

Penyebab gangguan sistem pencernaan selanjutnya adalah tukak lambung. Jika dibandingkan dengan peradangan lambung, istilah ini memang belum begitu populer. Biasanya seseorang sering tidak sadar ketika mengalami masalah ini.

Tukak lambung sendiri memiliki ciri berupa luka layaknya bisul. Lukanya sendiri sering terdapat pada dinding pelipis lambung. Selain pada dinding pelipis, sering juga luka tersebut muncul pada ujung usus kecil.

Sebenarnya penyebab tukak lambung sendiri sama dengan peradangan lambung. Itu karena bakteri h. pylori bisa menjadi penyebabnya. Selain itu, efek samping dari obat-obatan tertentu juga bisa menjadi efek masalah ini.

Ada beberapa gejala yang akan dialami seseorang ketika mengalami masalah tukak lambung. Namun untuk gejala yang paling umum, seseorang akan merasakan sakit pada perut bagian atas. Selain itu, kondisi perut kembung juga mungkin terjadi.

Ada juga kondisi di mana penderita tukak lambung mengalami penurunan berat badan. Ini terjadi karena nafsu makan biasanya hilang. Selain itu, kondisi muntah dan buang air besar berdarah juga bisa saja muncul.

  1. Asam Lambung

Asam lambung juga bisa menjadi penyebab gangguan sistem pencernaan. Beberapa orang sering menyebut asam lambung dengan istilah GERD. GERD sendiri adalah singkatan dari gastroesophageal reflux disease.

Penjelasan mengenai asam lambung sendiri sebenarnya sederhana. Ini adalah kondisi di mana cairan asam lambung kembali ke kerongkongan. Kondisi tersebut tentu menimbulkan rasa tidak nyaman.

Biasanya rasa panas pada ulu hati akan muncul. Selain panas, rasa nyeri terkadang juga terjadi. beberapa bahkan sampai mengalami mual dan muntah.

Gejala selanjutnya bisa dilihat dari tenggorokan. Terdapat beberapa kondisi di mana GERD menyebabkan sakit tenggorokan. Ini membuat seseorang akan kesulitan menelan. Bahkan bisa juga batuk dan suara serak terjadi.

Perlu diketahui, naiknya cairan asam lambung disebabkan oleh masalah pada katup. Biasanya katup yang seharusnya menutup sempurna tidak bekerja secara optimal.

  1. Sindrom Iritasi Usus

Penyebab gangguan sistem pencernaan selanjutnya adalah sindrom iritasi usus. Istilah sindrom iritasi usus sendiri memang tidak populer. Perlu diketahui, ini merupakan gejala yang terjadi akibat iritasi pada saluran pencernaan.

Ketika iritasi terjadi, sakit pada perut akan terasa. Selain sakit, diare dan sembelit juga sangat mungkin muncul. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan gejala tersebut.

Salah satunya adalah dengan buang air besar. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa orang dengan sistem iritasi usus sering buang air besar. Namun efek yang diberikan sendiri biasanya tidak lama.

Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, penyebab sindrom iritasi usus secara pasti belum diketahui. Peneliti hanya bisa memberikan beberapa perkiraan. Perkiraan tersebut antara lain infeksi pada saluran pencernaan atau adanya racun pada makanan.

Ketika infeksi pada saluran pencernaan terjadi, sistem kekebalan pada usus akan nyala. Hal tersebut membuat saraf menjadi semakin sensitif. Nantinya peningkatan sensitifitas tersebut bisa menyebabkan nyeri pada perut.

Ketika mengalami masalah ini, hindarilah stres dan cemas. Itu karena stres dan perasaan cemas bisa memperbesar masalah ini.

  1. Diare Kronis

Tidak lengkap membahas penyebab gangguan sistem pencernaan tanpa menambahkan diare kronis. Diare kronis sendiri bisa terjadi karena berbagai hal. Contohnya seperti konsumsi alkohol, pemanis buatan, hingga produk susu.

Perlu diketahui, terkadang diare tidak memiliki kaitan dengan usus. Itu karena diare sendiri bisa disebabkan karena diabetes atau tiroid.

Tetapi ketika diare dikaitkan dengan masalah pada usus, ada beberapa hal yang sering menyebabkannya. Pertama adalah penyakit seliaka. Ini adalah kondisi di mana lapisan usus menjadi semakin tipis. Lalu ada juga penyakit crohn dan kolitis ulseratif.

Selain untuk mengetahui diare kronis sendiri. itu karena dokter sendiri akan melakukan pengecekan secara mendetail. Pengecekannya bisa meliputi tes darah, pemeriksaan usu, hingga kotoran buang air besar.

  1. Sembelit

Penyebab gangguan sistem pencernaan terakhir adalah sembelit. Jika dibandingkan dengan poin-poin sebelumnya, sembelit memang nampak sepele. Itu karena masalah ini sangat sering terjadi.

Padahal pandangan kalau sembelit merupakan hal sepele adalah kesalahan besar. Jika dibiarkan, sembelit bisa sangat berbahaya. Ketika seseorang mengalami sembelit, buang air besar biasanya lebih sulit. Itu terjadi karena kotoran menjadi lebih keras.

Selain itu ada juga kondisi di mana kotoran berubah bentuk menjadi kecil-kecil. Kondisi ini biasanya menyebabkan penurunan intensitas BAB. BAB yang biasanya bisa dilakukan hingga 5 kali seminggu nantinya bisa menurun hingga 3 kali atau lebih sedikit lagi.

Pastikan untuk menyadari masalah ini dan segera melakukan pengobatan. Jangan sampai kondisinya diabaikan dan masalahnya semakin besar. Memang penyebab gangguan sistem pencernaan di atas sangat jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *