Suntik Putih Apakah Aman Untuk Kesehatan?

Suntik Putih Apakah Aman Untuk Kesehatan?

INDONESIACENDEKIA.ID – Suntik Putih Apakah Aman Untuk Kesehatan? factor yang lain yang bisa mengakibatkan berlangsungnya yang disebutkan proses penuaan kulit. Kulit yang sehat, kenyal, lembut dan putih bersinar menjadi mimpi setiap wanita.

Tapi proses penuaan di kulit tidak bisa dijauhi, karena pancaran cahaya UV misalkan yang dapat mengakibatkan kulit terlihat lusuh dan kering, atau karena pencemaran. dan dampak peralihan hormon dengan makin bertambahnya umur yang bisa mengakibatkan struktur kulit tipis, kelihatan berkeriput, kering, dan pucat dari dalam.

Ada beragam produk dan sistem untuk memutihkan kulit di jaman saat ini. Satu diantaranya yang trend ialah suntik putih.

Ketahui dulu, apa itu suntik putih ?

Larutan yang dipakai dalam sistem suntik putih sebagai gabungan vitamin C dengan beberapa bahan yang lain, yakni gluthatione dan collagen. Gabungan larutan itu condong tidak warna sampai kekuningan sedikit.

Baca Juga : Hidup Sehat Agar Masih Sehat, Ini Teknik Olahraga Saat Puasa Intermiten

Dalam sistem ini, larutan akan disuntikkan perlahan-lahan ke pembuluh darah yang berada di lipatan lengan/punggung tangan Anda dan memerlukan waktu lebih kurang sekitaran lima menit saja.

Larutan vitamin C dan gluthatione (GSH) barusan berperanan sebagai agen anti-oksidan kuat yang hendak membuat perlindungan kulit dari penuaan karena radiasi. Karena radiasi cahaya UV mengakibatkan berlangsungnya melanogenesis (pemicu penggelapan dan pigmentasi kulit).

Larutan barusan berperanan dalam mekanisme ketahanan tubuh buat menantang balik proses melanogenesis dan membenahi kerusakan jaringan kulit Anda. Karena itu, kulit akan kelihatan lebih ceria, kuat terhidrasi.

Apa suntik aman vitamin C betul bisa memutihkan kulit ?

Berdasar study yang diedarkan dalam International Journal of Aesthetics and Anti-Aging Medicine: PRIME pada 283 simpatisan riset yang beretnis Asia memperlihatkan performa kulit yang bertambah berarti sehabis mereka jalani suntik vitamin C sekitar 6 sesion per 7 sampai 10 hari.

95,4% simpatisan memberikan laporan kulit jadi kuat, tidak kering, rona muka yang fresh, ceria dan berasa seperti kulit bayi satu bulan sehabis suntikkan paling akhir. Bekasnya, 4,6% simpatisan memberikan laporan tidak ada peralihan apa saja di kulit mereka.

Karena itu, riset itu ikut menunjukkan kekuatan vitamin C dalam membuat cerah warna kulit dan tingkatkan performa kulit. Dalam riset ini, kepuasan simpatisan skornya capai 5 dari 7 point.

Namun, yang perlu Anda ketahui jika vitamin C bukan ‘memutihkan’ sama seperti yang digemborkan, tetapi cuma membuat cerah dan tingkatkan rona kulit Anda.

Sistem ini tergantung pada keakuratan waktu penyuntikkan dan besarnya jumlah yang digunakan. Simpatisan akui alami peralihan lebih baik pada sesion kedua sampai keenam di mana kulit makin lembab, ceria, dan merona. Ini memiliki arti, suntik putih harus dilaksanakan dengan jumlah pas dan teratur untuk capai hasil yang maksimal.

Suntik Putih Apakah Aman Untuk Kesehatan?

Tentu saja, sistem penyuntikkan vitamin C ini harus dilaksanakan oleh dokter pakar.

Vitamin C sebagai tipe vitamin yang gampang terlarut di air yang nanti akan disaring oleh ginjal. Pada jumlah yang cukup, vitamin C aman dipakai.

Tetapi, untuk sebagian orang yang peka pada vitamin C, pemakaian/konsumsinya dapat mengakibatkan merasa sakit/kram perut, pusing, ngilu dada, erosi gigi, diare, kecapekan, mual, sakit di kepala, napas sesak, iritasi kulit, masalah urinasi sampai muntah.

Berdasar riset barusan, cuma 3 dari 283 simpatisan riset yang menanggung derita maag enteng. Selanjutnya 2 simpatisan alami panas-dingin. 2 simpatisan mengeluhkan sakit di kepala sehabis mereka lakukan 6 sesion penyuntikkan. Tetapi, tidak ada kompleksitas serius/overdosis yang terjadi dari riset di atas.

Jumlah yang dipakai setiap satu ampul 5 ml suntik putih lumayan tinggi, yakni sekitaran 1000-1800 mg, berdasar AKG vitamin C dewasa normal sekitar 40 mg.

Overdosis vitamin C bisa mengakibatkan beberapa efek seperti aglutinasi darah, masalah pencernaan, kerusakan sel darah merah, batu ginjal, tidak berhasil ginjal bahkan juga berlangsungnya kematian karena masalah jantung.

Dianjurkan untuk Anda yang ingin suntik putih, seharusnya kerjakan test darah buat mengecek keadaan ginjal sebelumnya.

Jika mempunyai reaksi alergi pada vitamin C dan bahan formasi simpatisan yang lain/menanggung derita diabetes, seharusnya jauhi sistem ini dan lebih bagus tentukan sistem alternative yang lain untuk memutihkan kulit Anda. Kenapa ? Karena pasien diabetes tidak dianjurkan konsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi dan periode waktu panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *