Kerap Disangka Sama, Ini Ketidaksamaan di antara Fobia dan Rasa Takut
image source : style.tribunnews.com

Kerap Disangka Sama, Ini Ketidaksamaan di antara Fobia dan Rasa Takut

Kerap Disangka Sama, Ini Ketidaksamaan di antara Fobia dan Rasa Takut

Banyak yang menduga jika perasaan takut dan fobia ialah keadaan yang serupa. Bahkan juga, ada banyak orang yang mengaku ketakutannya sebagai fobia tanpa ketahui lebih dalam mengenai keadaan itu. Walau sebenarnya, ada ketidaksamaan di antara fobia dan perasaan takut. Apa bedanya? Ketidaksamaan fobia dan perasaan takut Ketakutan ialah sebuah hal yang lumrah dan sebagai sisi dari diri manusia. Semenjak lahir, manusia mempunyai perasaan bertahan hidup yang dibutuhkan untuk memberi respon ada bahaya atau berasa tidak aman dengan munculkan perasaan takut.

Walau bukan hati yang positif, takut bisa menolong membuat perlindungan kita dengan membuat kita lebih siaga pada bahaya dan siap-siap untuk melawannya. Perasaan takut bisa membuat kita agar semakin waspada.Fobia sebagai salah satunya tipe masalah kekhawatiran di mana penderitanya berasa ketakutan terus-terusan terlalu berlebih pada object atau keadaan tertentu. Object yang ditakutkan kadang tidak beresiko. Oleh karena itu, fobia sering dipandang seperti ketakutan yang tidak logis. Ketidaksamaan yang paling kelihatan dari fobia dan perasaan takut

1. Ketidaksamaan Tanda-tanda yang Ada

Salah satunya ketidaksamaan perasaan takut dan fobia ialah tanda-tanda yang ada saat bertemu dengan object yang ditakutkan. Tidak cuma mempengaruhi keadaan mental seorang, fobia dapat memberi imbas pada fisik.Saat berasa grogi dan takut, kadang beberapa orang alami tanda-tanda fisik seperti jantung berdebar atau keringat dingin. Tetapi, beberapa gejala itu akan berasa lebih kronis pada beberapa orang yang mempunyai fobia. Fobia bisa membuat penderitanya alami napas sesak, kesan ngilu di dada, pusing, dan mual saat hadapi suatu hal yang ditakutkan. Cukup banyak pada mereka yang sampai tidak sadarkan diri.

2. Ketidaksamaan Tanggapan Pada Object yang Ditakutkan

Tanggapan yang ada saat Anda dekat sama object yang ditakutkan akan berlainan dengan fobia. Saat ditempatkan pada object yang membuat takut, keadaan mental Anda tidak terlampau dipengaruhi.Bertemu dengan object atau keadaan yang mengerikan tetap membuat Anda berasa tidak nyaman. Tetapi, Anda bisa menangani perasaan takut itu. Sebagai contoh, jika Anda takut naik pesawat, Anda akan menentramkan diri dengan membaca buku di pesawat atau berdoa saat sebelum terbang.Dalam pada itu, jika Anda mempunyai fobia, tanggapan Anda tentu saja semakin lebih berlebihan. Anda akan berkeringat, gemetaran, menangis, atau tanda-tanda yang lain yang makin lebih buruk saat penerbangan alami turbulensi. Anda bisa saja tidak ingin naik pesawat sama sekalipun. Nanti, Anda akan usaha untuk menghindar melancong dengan pesawat, bahkan juga menggagalkan berlibur atau perjalanan usaha jika tidak ada transportasi alternative. Anda bisa juga berasa kuatir walaupun cuma ke lapangan terbang.

3. Fobia Bisa Ada Tanpa Penyebab

Umumnya, hati takut baru ada saat Anda bertemu dengan object atau keadaan yang Anda takuti. Di lain sisi, beberapa orang yang fobia bisa berasa kuatir terlalu berlebih tak perlu bertemu dengan object yang ditakutkan. Bahkan juga, dengan pikirkannya saja, seorang dengan fobia bisa bereaksi atau alami beberapa gejala yang umum terjadi saat mereka ketakutan.

Bagaimanakah Cara Menangani Fobia?

Therapy ke psikiater Sesudah ketahui ketidaksamaan perasaan takut dan fobia, Anda pasti perlu ketahui bagaimanakah cara menanganinya. Ya, perasaan takut terlalu berlebih atau fobia bisa ditangani dengan jalani cognitive behavioral terapi (CBT). Therapy ini dilaksanakan untuk mengenali, pahami, sampai mengganti sudut pandang dan sikap pasien fobia. Cognitive Behavioral Terapi (CBT) umumnya dipadukan dengan sistem yang bisa membuat pasien fobia hadapi ketakutannya itu.

Therapy ini mempunyai tujuan supaya si pasien pahami seberapa jauh mereka bisa hadapi ketakutan mereka. Langkah ini dapat menjadi panduan jika object itu tidak semenakutkan yang mereka pikir. Meskipun hasilnya tidak instant, orang yang menanggung derita fobia dan jalani CBT akan memperoleh faedahnya jika mereka stabil dan disiplin saat jalani therapy. Hidup dengan fobia pasti tidak gampang. Jangankan menyaksikan atau sentuh object yang ditakutkan, memikirkan atau cuma dengar nama object yang ditakutkan saja dapat membuat Anda kuatir dan ketakutan. Pada akhirnya, orang yang mempunyai fobia terus akan menghindar object yang ditakutkan, tanpa sadar jika penghindaran cuma akan membuat fobia jadi lebih mengerikan dan menakutkan dalam pemikirannya.

Baca Juga : Minuman Sehat Anak untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Tubuh

Karenanya, akan lebih bagus bila orang yang mempunyai fobia cari langkah untuk menangani ketakutannya pada object atau keadaan tertentu; terlebih bila object yang ditakutkan ialah object atau keadaan yang hendak dijumpai setiap hari, misalnya nasi, buah atau sayur, keramaian, dan sebagainya. Lantas, adakah langkah yang dapat dilaksanakan untuk menangani fobia? Pasti ada. Berikut beberapa panduan yang dapat dilaksanakan untuk menangani fobia.

1. Temui Fobia Anda Pelan-pelan

Menghindar hal yang ditakutkan ialah hal yang lumrah. Tetapi, untuk menangani fobia, Anda perlu belajar melawannya. Paparan adalah langkah paling efisien untuk menangani ketakutan Anda. Sepanjang proses paparan, Anda akan belajar untuk keluar kekhawatiran dan ketakutan karena fobia yang Anda punyai. Bila Anda kerjakan berulang-ulang, karena itu hal itu akan membuat Anda sadar jika ketakutan yang Anda pikir sejauh ini tidak bisa terjadi. Anda akan berasa lebih optimis dan teratasi, sampai fobia yang Anda punyai mulai kehilangan kemampuannya. Makin lama Anda menunjukkan diri Anda pada hal yang Anda kuatirkan, makin Anda akan terlatih dan tenang dengan hal tersebut.

Misalkan Anda fobia terbang dengan pesawat. Untuk melawannya, coba tentukan penerbangan sama waktu menempuh yang paling singkat dari kota Anda. Minta keluarga atau teman dekat Anda untuk temani. Tentukan maskapal yang paling Anda yakin. Baru kemudian Anda dapat perlahan-lahan coba penerbangan yang waktu tempuhnya semakin lama, misalkan dua jam. Buat daftar object atau keadaan mengerikan yang terkait dengan fobia Anda.

Mulai dengan paparan yang bisa Anda bereskan (dari daftar yang Anda sudah buat). Misalnya, bila Anda fobia dengan durian, Anda dapat mengawalinya dengan menahan diri saat dengar durian disebut. Apabila sudah berasa lebih bagus saat dengarnya, Anda dapat latih diri Anda menyaksikan gambar durian, lalu menyaksikan durian langsung, menggenggamnya, membaui, dan sebagainya. Paparan setahap ini akan menolong Anda mengontrol ketakutan yang ada karena fobia durian.

2. Belajar Tehnik Rileksasi

Belajar menangani fobia tidak gampang. Paparan simpel seperti photo object yang Anda takuti kadang dapat membuat jantung Anda berdebar, napas juga mengincar. Bila Anda mulai berasa terbeban saat hadapi fobia Anda, selekasnya mundur dan pakai tehnik rileksasi untuk menentramkan diri. Karenanya belajar menentramkan diri, Anda dapat jadi lebih optimis dengan kekuatan Anda untuk mengurus kesan tidak nyaman dan hadapi ketakutan Anda.

Panduan rileksasi yang bisa Anda kerjakan:

  • Duduk atau berdiri secara nyaman dengan punggung lempeng. Tempatkan satu tangan di dada dan yang lain di perut Anda.
  • Ambil napas perlahan-lahan lewat hidung, kalkulasi sampai empat. Tangan di perut Anda harus sampai naik. Tangan di dada Anda harus bergerak sedikit.
  • Tahan napas sampai perhitungan ke-7 .
  • Buang napas lewat mulut dalam perhitungan ke-8, menggerakkan udara keluar sekitar yang Anda dapat saat menghela napas. Tangan di perut Anda harus bergerak saat Anda menghembuskan napas, tetapi tangan Anda lainnya harus bergerak sedikit.
  • Tarik napas kembali, ulang transisi ini sampai Anda berasa santai dan konsentrasi.

Latih tehnik pernafasan dalam ini sepanjang lima menit 2x satu hari. Sesudah Anda terasa nyaman dengan tehnik ini, Anda mulai bisa memakainya saat menangani fobia Anda.

3. Tantang Pemikiran Negatif Anda

Saat Anda mempunyai fobia, Anda condong membesar-besarkan berapa jeleknya bila Anda hadapi keadaan yang Anda takuti. Di saat bertepatan, Anda menyepelekan kekuatan Anda untuk menangani fobia itu. Karenanya, langkah untuk menanganinya dengan melawan pemikiran negatif Anda. Apa hal yang Anda takuti pernah betul-betul terjadi? Apa keadaan atau object tertentu akan membuat Anda nahas? Demikian selanjutnya dengan pertanyaan yang lain terkait dengan pemikiran negatif Anda. Bila jawabnya ialah “tidak” atau “belum pasti”, karena itu Anda perlu mengganti pemikiran Anda dengan, “Saya akan baik saja,” atau pemikiran positif yang lain. Ini akan menolong kurangi ketakutan dan kekhawatiran Anda saat menangani fobia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.