Tentang Gigi Berlubang dan Perawatannya Agar Nyaman Beraktivitas

Tentang Gigi Berlubang dan Perawatannya Agar Nyaman Beraktivitas

Tentang Gigi Berlubang dan Perawatannya Agar Nyaman Beraktivitas

 

Gigi berlubang dan perawatannya mungkin sudah sering Anda lihat pembahasannya. Karena permasalahan ini dialami oleh sebagian besar orang di Indonesia bahkan dunia. Dengan penyebab yang beraneka ragam juga.

Ada yang karena faktor kebiasaan atau disebabkan makanan maupun minuman yang dikonsumsi. Namun, kebanyakan memang dikarenakan kebiasaan buruk, seperti malas membersihkan rongga mulut.

Bagi Anda yang saat ini mempunyai gigi berlubang dan ingin tahu bagaimana merawatnya atau ingin menghindari penyakit tersebut. Kami mempunyai sedikit informasi penting mengenai gigi berlubang dan perawatannya, penyebab serta cara mengatasinya.

Gigi Berlubang yang Sangat Mengganggu

Kondisi ini tidak selalu dimulai dengan nyeri, tapi bisa juga tanpa rasa nyeri maupun sakit. Semua orang bisa mengalaminya, baik yang sudah berumur maupun anak-anak kecil. Jadi, tidak hanya bisa dialami orang dewasa saja.

Bahkan dalam beberapa kondisi tidak disadari penderita hingga sudah menjadi lubang besar dan terus membesar. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan berkala kesehatan rongga mulut.

Sangat penting untuk mengetahui tentang gigi berlubang dan perawatannya, bagi Anda yang sudah terlanjur memilikinya. Sebab jika tidak diobati dengan benar, maka akan mengganggu aktivitas Anda.

Karena nyeri akibat bagian enamel (terluar gigi) rasanya sungguh sangat mengganggu. Apabila sudah sangat parah, maka bisa membuat Anda tidak dapat beraktivitas. Bahkan rasa sakitnya dapat menjalar hingga ke bagian tubuh lainnya.

Kondisi seperti ini apabila tidak segera diatasi dapat berkembang dan menjadi main besar. Dapat menimbulkan infeksi bahkan tanggal. Gigi yang tanggal bisa mengganggu saraf juga pembuluh darah, bahkan dapat membuat pipi terlihat kempot sehingga mengganggu penampilan.

Jika sudah demikian, maka akan membuat Anda semakin tidak nyaman dan membutuhkan perawatan lebih intensif.

 

Hal-hal yang Menyebabkan Gigi Berlubang

Awalnya seseorang mengalami gigi berlubang karena bakteri di bagian tersebut menumpuk sehingga menimbulkan plak. Terutama jika yang menempel pada gigi adalah bakteri dari sisa makanan dengan kandungan gula dan pati.

Inilah pentingnya membersihkan area rongga mulut setelah makan, sebelum tidur, dan saat bangun tidur. Agar pertumbuhan plak tidak terjadi sehingga mengikis enamel.

Jika enamel sudah terkikis, kemudian bakteri dan asam masuk ke dalam pulpa, maka akan mengenai saraf serta pembuluh darah. Inilah sebab rasa nyeri datang tiba-tiba. Kemudian Anda harus berurusan dengan gigi berlubang dan perawatannya

Siapa saja bisa mengalami penyakit ini karena memang dapat menyerang siapa saja. Beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko mengalaminya:

  1. Tidak atau jarang menyikat maupun membersihkan gigi terutama di waktu wajib, yaitu setelah makan, sebelum tidur, maupun saat bangun tidur.
  2. Tidak menggunakan odol yang sesuai, produk harus mengandung fluoride, baik untuk odol maupun obat kumur.
  3. Gunakan sikat yang tepat dengan bulu lembut sehingga tidak menyebabkan gusi berdarah dan dapat membersihkan menyeluruh hingga bagian sela.
  4. Terlalu banyak konsumsi makanan maupun minuman manis atau asam, sebagai contoh kue, biskuit, atau minuman bersoda.
  5. Adanya gangguan makan, contoh bulimia dan anoreksia atau penyakit lainnya seperti penyakit asam lambung, mulut kering.
  6. Enamel menipis dan produksi air liur berkurang karena usia.
  7. Rutin mengonsumsi obat-obatan, suplemen, vitamin, maupun produk herbal yang mengandung gula.

 

Gigi Berlubang dan Perawatannya yang Harus Diketahui

Jika Anda mengalami gigi berlubang, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut. Paling tidak untuk menahan dan memperbaiki permasalahan yang sudah terjadi. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan adalah:

  1. Perawatan Flouride

Perawatan ini biasanya disarankan untuk penderita yang baru mengalami gejala awal. Sejenis terapi dengan menggunakan fluoride yang kandungannya lebih besar dibandingkan odol biasa.

 

Flouride yang diberikan dalam bentuk cair, gel, atau busa, gunanya untuk memperbaiki enamel dan mencegah pertumbuhan lubang semakin besar. Dapat langsung dioleskan pada bagian lubang maupun dipakai sebagai odol.

 

Namun, kebanyakan dokter akan mengoleskan fluoride sendiri menggunakan alat ke permukaan gigi pasien yang berlubang.

 

  1. Filling

Gigi berlubang dan perawatannya yang juga sering dilakukan oleh dokter adalah menggunakan filling atau ditambal. Sebelumnya, bagian berlubang dibersihkan dan dibuang bagian rusaknya, kemudian ditambal menggunakan bahan-bahan khusus.

 

Bahan yang digunakan seperti komposit resin, emas, perak, atau porselen. Setelah ditambal biasanya pasien disuruh berpuasa selama beberapa jam hingga bagian baru yang dipasang bisa melekat dengan baik.

 

  1. Root Canal atau perawatan Saluran Akar

Root canal biasanya dilakukan ketika kerusakan sudah sangat parah dan mencapai bagian dalam atau akar. Tindakan ini dilakukan biasanya dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tanpa harus mencabut gigi yang rusak.

 

  1. Dicabut

Cara ini dilakukan apabila kerusakan sudah sangat parah dan tidak bisa dipulihkan lagi. Biasanya tindakan pencabutan dilakukan disertai pemasangan gigi palsu dengan memanfaatkan celah bekas dicabut.

 

  1. Crown

Selanjutnya mengenai gigi berlubang dan perawatannya digunakan cara crown atau kurung, yaitu prosedur memasang mahkota gigi palsu di atas yang rusak. Gunanya untuk mengatasi kerusakan lebih parah pada bagian yang lemah atau rusak.

 

Prosedurnya dengan mengikis bagian rusak hingga semua terbuang, lalu menyisakan sebagian kecil bagian sehat sebagai tumpuan mahkota palsu. Bahan dasar mahkota ini bisa emas, porselen, maupun komposit resin, hampir sama saja seperti tambalan.

 

Cara Mengatasi Agar Gigi Tidak Berlubang

Apabila tidak segera diobati, gigi berlubang dapat menimbulkan komplikasi sehingga akan sangat mengganggu aktivitas Anda, seperti:

  1. Kesulitan mengunyah makanan sehingga makanan akan ditelan sebelum halus. Kemudian akan berimbas pada lambung karena harus bekerja keras dalam mencerna makanan.
  2. Nyeri yang berlangsung terus menerus atau kambuhan. Nyeri baru akan hilang apabila Anda mengonsumsi obat pereda nyeri.
  3. Pembengkakan dan munculnya nanah di sekitar gigi berlubang.
  4. Kemungkinan memicu penyakit sepsis.
  5. Terjadinya iritasi pada rongga mulut.

Karena bisa terjadi pada siapa saja, gigi berlubang bisa saja menyerang Anda. Jika sudah terlanjur berlubang perlu tahu mengenai gigi berlubang dan perawatannya. Apabila belum mengalami masalah ini, maka Anda dapat melindungi diri dengan melakukan hal-hal ini:

  1. Kurangi kebiasaan ngemil, seperti makanan manis maupun camilan gurih. Apabila Anda ngemil makanan manis atau gurih ini, sebaiknya ingat untuk membersihkan mulut setelahnya.
  2. Makanan dan minuman asam juga harus dihindari, seperti buah-buahan yang terlalu asam juga minuman bersoda.
  3. Gunakan odol berflouride saat menyikat gigi, minimal dua kali sehari, pagi dan malam hari.
  4. Hindari gunakan tusuk gigi dang anti dengan benang gigi, penggunaannya satu kali sehari.
  5. Periksakan kesehatan rongga mulut secara berkala, minimal enam bulan sekali.
  6. Konsumsi makanan kaya serat seperti apel, bayam, juga timun.
  7. Konsumsi makanan tinggi kalsium.
  8. Permen rendah kalori dengan xylitol di dalamnya.
  9. Minum teh tanpa gula maupun pemanis.
  10. Meminum air yang punya kandungan fluoride.

Kesehatan rongga mulut memang penting dijaga karena apabila dibiarkan tidak sehat, maka akan mengganggu aktivitas Anda. Bukan hanya kesulitan mengunyah, ketika bagian ini sakit rasa sakitnya dapat menyebar ke berbagai bagian.

Jika sudah begitu akan menyebabkan komplikasi dan merembet ke berbagai bagian tubuh lainnya. Bisa jadi, Anda bahkan tidak bisa melakukan aktivitas penting karenanya.

Oleh sebab itu, mulai sekarang lakukan pencegahan. Apabila sudah telanjur mengalami gigi berlubang dan perawatannya harus segera dilakukan agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.